Living Income in-person Workshop 2025
The Living Income Community of Practice akan menyelenggarakan lokakarya tatap muka tahunan di Indonesia pada 6–7 November 2025, didahului oleh perjalanan pembelajaraan (learning journey) opsional pada 3–5 November.
Berdasarkan lokakarya virtual tahun 2025, Pathways to Income Improvement in Asia, acara ini akan merupakan kesempatan berharga untuk meninjau perkembangan sektor dan menilai kemajuan peningkatan pendapatan di Asia – dengan fokus kepada Indonesia, di mana upaya signifikan telah dilakukanuntuk memahami dan mengatasi tantangan pendapatan.
Lokakarya ini akan mempertemukan para pemangku kepentingan utama—termasuk praktisi, perusahaan, pembuat kebijakan, dan organisasi produsen—yang secara aktif terlibat dalam inisiatif peningkatan pendapatan di Asia. Acara ini akan mendorong keterlibatan, kolaborasi, dan berbagi pengetahuan untuk mempercepat kemajuan dalam menutup kesenjangan pendapatan bagi petani di Indonesia.
Apa yang dapat diharapkan:
- Sesi Interaktif: Diskusi panel, kelompok diskusi, dan dialog interaktif.
- Jejaring & Belajar Bersama: Kesempatan untuk terhubung langsung dengan para pemangku kepentingan lainnya dan belajar satu sama lain.
- Studi Kasus & Wawasan: Menampilkan inisiatif lintas sektor dari Indonesia dan seluruh Asia.
Tujuan lokakarya ini adalah untuk memperkuat dan menyempurnakan pendekatan produsen, untuk memberdayakan merekauntuk mencapai peningkatan pendapatan yang bermakna. Acara ini akan diselenggarakan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dengan layanan interpretasi secara langsung.
Mengapa Indonesia?
Lokakarya ini akan meninjau bagaimana kerangka kerja living income dapat membantu mengatasi tantangan berkelanjutan seperti ketidakpastian hak atas tanah, populasi petani yang menua, sistem produksi yang terfragmentasi, dan dinamika kebijakan seperti subsidi input.
Indonesia dipilih sebagai pusat acara karena ekonominya yang multi-komoditas, pasar domestik yang kuat, serta adanya inisiatif living income dan benchmarking yang aktif, dengan demikian menyediakan konteks kaya untuk dialog regional. Latar belakang beragamnegara ini — bersama dengan pertanyaan yang sering muncul, seperti bagaimana nilai acuan living income dibandingkan dengan pendapatan aktual petani, atau nilai tukar informal, tantangan tata kelola tanah, dan pendekatan menuju kesetaraan produsen — menawarkan landasan nyata untuk memperdalam pemahaman bersama dan memajukan kolaborasi praktis.
Dengan meliputi konteks tersebut dan menyoroti contoh-contoh lain dari Asia, seperti Vietnam dan India, – di mana sistem pertanahan berfungsi berbeda dan di mana kesenjangan gender sangat mencolok, lokakarya ini bertujuan memperkuat penyelarasan regional dan mengembangkan jalur aksi nyata menuju mata pencaharian yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Registrasi
Kehadiran untuk peserta tatap muka terbatas. Oleh karena itu, kami akan memilih peserta yang telah menyatakan minatnya untuk mengambil bagian di acara ini, dan kami akan berupaya untuk memastikan representasi yang tepat dari semua pemangku kepentingan, dengan tujuan mendapatkan keragaman jenis organisasi dan sektor. Konfirmasi registrasi akan dikirim melalui email.
Agenda
Field Learning Journeys: Dari 3 – 5 November, akan ada perjalanan pembelajaran (learning journeys) untuk mengunjungi inisiatif yang bekerja meningkatkan pendapatan dan ketahanan petani di lapangan.
Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.
Sambutan dan Pembukaan Lokakarya
Sesi ini akan memperkenalkan peserta pada kerangka kerja living income dan membahas pentingnya konteks regional.
Dilanjutkan dengan refleksi dari learning journey.
Aplikasi Praktis Living Income pada Kopi dan Kelapa Sawit
Sesi ini mengajak peserta untuk memikirkan bagaimana kerangka kerja living income dapat diterapkan di berbagai komoditas dan konteks, dengan mengenali hambatan-hambatan yang menimbulkan tantangan, dan menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor.
Makan Siang
Menyelaraskan Ketahanan Ekonomi dengan Tujuan Lingkungan
Membahas bagaimana peningkatan pendapatan dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan di Asia—terutama di Indonesia, di mana petani kecil memegang peran penting baik dalam solusi iklim maupun rantai nilai komoditas.
Pendekatan Lanskap dan Living Income
Mengeksplorasi bagaimana pendekatan berbasis lanskap dapat menjadi platform untuk memperluas hasil living income di Asia, di mana upaya terpadu lintas penggunaan lahan, tata kelola, dan rantai nilai semakin penting untuk mencapai kemakmuran pedesaan dan keberlanjutan lingkungan.
Sore Hari: Jejaring Sosial
Living Income sebagai Fondasi untuk Ketahanan Rantai Pasok
Membahas bagaimana memastikan pendapatan adil bagi produsen dapat meningkatkan ketahanan rantai pasok secara signifikan—terutama menghadapi tekanan iklim, pasar, dan demografi di Asia.
Melalui aktifitas pemetaan interaktif dan desain strategi kolaboratif, peserta akan meninjau bagaimana praktik pengadaan dapat mendorong kesetaraan dan stabilitas. Di dalam sesi ini, kami juga akan mengeksplorasi beragam alat praktis, seperti skema sertifikasi, kontrak jangka panjang, model harga stabil, dan inovasi pengadaan, yang dapat memperluas akses pasar dan membangun sistem pasok yang lebih tangguh.
Meningkatkan Kesetaraan dan Inklusi bagi Petani Kecil
Membahas strategi inklusif—berpusat pada kesetaraan gender, keterlibatan pemuda, dan suara produsen—yang dapat memperkuat keampuhan dan keadilan inisiatif living income.
Makan Siang
Pengukuran, Tantangan, dan Inovasi
Membongkar tantangan praktis dan mengeksplorasi inovasi dalam mengukur living income, kesenjangan pendapatan, serta indikator sosial dan lingkungan terkait. Sesi ini akanmenekan pentingnya mempunyai data yang andal, inklusif, dan yang dapat digunakan untuk membuat strategi dan mendorong kemajuan.
Dalam konteks Asia, di mana sistem pertanian beragam dan seringkali informal, mengembangkan sistem pengukuran yang mencerminkan realitas lokal sangat penting untuk aksi yang kredibel dan efektif.
Kesimpulan & Penutupan
Hosted by

With support from:
![]() |
![]() |

